Selasa, 17 Januari 2017

Gunakan Sosial Media Dengan Bijak

Perkembangan teknologi jaman sekarang sudah memasuki kehidupan kita sehari-hari, apalagi internet. Di jaman globalisasi ini internet bagaikan kebutuhan kita yang sangat penting untuk sehari-hari. Dengan adanya kemajuan internet yang semakin berkembang, aplikasi-aplikasi HP yang semakin berkembang sama dengan halnya berkembangnya Sosial Media dijaman sekarang ini.

Penggunaan Sosial Media (Sosmed) sudah memasuki di kalangan anak kecil, remaja, dewasa dan orang tua. Bahkan anak SD jaman sekarang pun sudah memiliki berbagai macam Sosmed. Contohnya saja seperti Facebook, Twitter, Path, Blogger, Instagram dan lainnya. Menurut data yang di keluarkan we are social tahun lalu (2015), di Indonesia ada 88,1 juta pengguna internet. Negara Indonesia termasuk sebagai negara yang sangat aktif penggunaan Sosmed.

Dalam penggunaan sosmed, tidak hanya pintar tetapi harus bijak dalam perkataan dan segala tindakan yang kita lakukan di dunia maya tersebut. Jangan pula telalu memposting tentang kehidupan pribadi, dan memprovokasi tentang sesuatu. Jika kita tidak bijak dalam penggunaan sosmed ini bisa saja dapat merugikan kehidupan kita sendiri, orang lain bahkan negara.

Untuk itu bagaimana tips menggunakan sosial media dengan bijak?

1.     Jangan terlalu percaya dengan berita hoax yang tidak jelas sumbernya & gampang terprovokasi dengan berita tersebut.
2.     Jangan terlalu memperlihatkan emosi kita dalam penggunaan sosial media, apalagi tentang kehidupan pribadi yang bersifat privasi.
3.     Dalam penggunaan sosial media kita harus berfikir dulu sebelum bertindak.
4.     Jadikan lah sosmed sebagai tempat belajar bukan sebagai sumber utama pembelajaran.


Dilihat dari masalah yang ada sekarang ini, banyak orang yang gampang terprovokasi dengan berita simpang siur yang sering ada di sosial media yang dapat menyebabkan pertengkaran antar sesama. Untuk itu, marilah kita menggunakan sosial media dengan bijak. Karena sosial media banyak manfaat positif nya juga jika kita menggunakannya dengan bijak.

Makanan Tradisional Awug Ciebeunying

AWUG CIEBEUNYING


Hai, kali ini aku akan merekomendasikan penjual makanan tradisional yang sudah jarang ditemukan dimana-mana.  Jika kalian pergi ke Bandung jangan lupa untuk mengunjungi Awug Cibeunying, di tempat ini banyak sekali menjual makanan tradisional yang berasal dari jawa barat.  Untuk lokasi nya terletak di Jl. Jend. A. Yani No.361, Kacapiring, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Usaha ini sudah dimulai sejak tahun 1980. 



Begitulah itu dia tampak depan dari gerobak Awug Cibeunying ini. Penjualan dan proses pembuatannya pun masih sederhana untuk menciptakan rasa khas.
Untuk kalian yang belom tahu bentuk awug seperti apa, itu gambar diatas adalah awug. Terbuat dari tepung beras dengan gula merah. Awug berbentuk kerucut. Rasanya enaak sekali dimakan menggunakan dengan parutan kelapa.

 Tidak hanya awug saja yang dijual disini tapi banyak makanan tradisional lainnya, seperti nasi ketan, adas, onde, putu ayu, kue ali, kelepon dan lain-lain. Untuk harganya sangat terjangkau mulai dari 15.000 satu dus kecil dapat diisi bermacam-macam makanan, 30 dus besar, dan jika di Aseupan seharga 75.000. 





Walaupun jaman sekarang sudah banyak makanan yang berasal dari mancanegara, kue tradisional dari Bandung ini tidak akan termakan oleh waktu. Banyak orang yang masih mencari-cari makanan ini. Makanan tradisional ini juga merupakan budaya yang harus dilestarikan. Jangan lupaa untuk kalian  mencicipi makanan ini jika berkunjung ke Bandung.

PRODUKTIVITAS DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN KOPERASI

Produktivitas

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :

PPK = S H U X 100% 

Modal koperasi
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62
Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.

RENTABILITAS KOPERASI
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus perhitungan sebagai berukut:

Rentabilitas = S H U X 100%

AKTIVA USAHA
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 518,428,769
Rp. 19.79 %
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kea rah yang meningkat.


Analisis Laporan Koperasi
Analisis Laporan Koperasi Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan keuangan koperasi berisi :

(1) Neraca
(2) Perhitungan hasil usaha (income statement)
(3) Laporan arus kas (cash flow)
(4) Catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan

Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.


SUMBER :



EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN 

1.     Efisiensi Perusahaan Koperasi 


Efesiensi adalah penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia disebut (Efisien). Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :

1. Manfaat ekonomi langsung (MEL)
2. Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)

MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya. 

METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggung jawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota. 

Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: TME = MEL + METL MEN = (MEL + METL) – BA

Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:

1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan
      Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota
 2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha
      Anggaran biaya usaha Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha.

2.   Efektivitas
Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.                           
= Jika EvK >1, berarti efektif.

Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :

                             EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
       
                             Anggaran SHUk + Anggaran MEL


SUMBER :

Senin, 16 Januari 2017

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA

A. Efek-efek Ekonomis Koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan jasa, menguntungkan atau tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi:


·                Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan
·                Jika pelayanan tersebut ditawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi

B. Efek Harga dan Efeh Biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu besarnya nilai manfaat peayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Motivasi utilitaria sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga yang menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.

Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

C. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan Koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen, melainkan aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan kopersinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.
Keberhasilan koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partisipasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tersebut.

D. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinyu di sesuaikan
Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya, yaitu:

·                Adanya tekanan persaingan dari anggota lain (terutama organisasi non koperasi)
·                Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan kebutuhan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang ditawarkan koperasi

SUMBER :